Kawasan Pantai Pasir Padi yang berada di Kota Pangkalpinang saat ini mulai dilengkapi dengan amenitas atau fasilitas pendukung.
Pembangunan amenitas itu dilaksanakan untuk menjual potensi yang dimiliki Kota Beribu Senyuman, sehingga wisatawan semakin tertarik datang ke Pangkalpinang.
Pada bangunan yang beberapa waktu lalu diresmikan itu, terdapat banyak penjual kuliner kemudian ada juga pusat oleh-oleh sampai dengan tempat pijit tradisional.
Pemilik lapak pijit tradisional, Suhada mengatakan usaha miliknya ini hadir untuk melengkapi pilihan pengunjung ketika berlibur di area pantai tersebut.
“Ini saya kelola dengan Sunardi, yang sehari-sehari memang bekerja sebagai tukang pijit panggilan. Kami mencoba membuka usaha di tempat wisata, misal hari biasa kami ada di lapak Amenitas saja baru Sabtu dan Minggu ke depan (bibir pantai) ,” ungkap Suhada kepada Bangkapos.com, Minggu (19/2/2023).
Suhada menambahkan ide itu muncul karena menurutnya, orang tidak bisa menikmati suasana berlibur apabila mengalami kondisi badan yang lelah, sehingga usaha ini layak untuk dicoba.
“Disini kuliner sudah banyak, jadi ya mencoba menawarkan yang baru saja. Misalnya anak-anak bisa bermain di kawasan pantai, sedangkan orangtua bisa sekalian menikmati pijit disini,” terang Suhada.
Dirinya juga menyampaikan, minyak yang digunakan dalam proses pijit di tempatnya merupakan hasil dari pengolahannya sendiri dan merupakan produk asli Bangka Belitung.
“Yang istimewa disini pijitnya menggunakan minyak khas Bangka, kebetulan saya juga memproduksi minyak Kedebik dan sapu-sapu yang asli Bangka. Selain itu kami ingin menghilangkan kesan negatif dari tempat pijit ,” tuturnya.
Selain itu. Sunardi yang memijat pelanggan mengatakan dirinya tidak mematok harga khusus bagi setiap pelanggan yang datang untuk pijit.
“Kalau harga bisa seikhlasnya saja, atau bisa dinego. Jadi kami tidak mematok harga khusus. Disini ada yang membayar Rp50.000 sampai Rp100.000 juga ada,” kata Sunardi sambil tersenyum.
Sunardi menambahkan, dalam sehari ada sekitar empat sampai lima pelanggan yang datang untuk menikmati jasa pijitnya.
“Kalau hari libur atau hari sabtu-minggu lumayan hasilnya, sehari bisa empat sampai lima pelanggan,” tandas Sunardi.
Sementara itu, Edi salah satu pelanggan jasa pijit mengatakan sangat menikmati susana berbeda yang ditawarkan ketika berada di Pantai Pasir Padi.
“Lumayan lah ada ini juga, tadi antar anak-anak ingin ke pantai kebetulan ada jasa tukang pijit disini. Jadi sekalian mereka main di pantai, saya juga sekalian bisa pijit,” tandas Edi.
sumber: https://bangka.tribunnews.com/2023/02/20/menikmati-jasa-pijit-tradisional-di-pantai-pasir-padi-pangkalpinang-gunakan-minyak-khas-bangka